Jumat, 14 Januari 2011

Contoh Tingkah laku sosial yang Positif dan Negatif dalam Organisasi Masyarakat


Dalam masyarakat yang ada di Indonesia banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh suatu kelompok maupun organisasi kemasyarakatan. Hal ini dapat kita tarik beberapa contoh tingkah laku sosial yang dilakukan oleh suatu organisasi yang ada dimasyarakat baik bersifat positif maupun yang bersifat negative.  Contoh dari tingkah laku sosial yang bersifat positif adalah dengan adanya organisasi dalam masyarakat, masyarakat akan jauh lebih mengenal dari makna organisasi itu apa dan tentunya hal ini dapat menjadi suatu wadah aspirasi dari masyarakat yang akan ia sampaikan demi kemajuan bangsa. Masyarakat juga akan lebih berguna dalam menggunakan waktunya dan apabila organisasi ini jauh lebih berkembang akan dapat mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Negara kita.
Organisasi ini juga akan lebih baik jika semua anggotanya bekerja sama dan saling membantu dalam menyelesaikan setiap permasalahan, terutama permasalahan pengangguran. Alangkah sangat hebat jika organisasi dalam masyarakat ini bisa membuka suatu lahan pekerjaan yang dananya dari hasil upaya anggota organisasi tersebut, tentunya juga dalam hal ini pekerjaan yang dihasilkan adalah pekerjaan yang baik, bukan pekerjaan yang hanya menjadi sebuah masalah saja.
Selain dari beberapa contoh tingkah laku yang bersifat positif, suatu organisasi dalam masyarakat juga memiliki beberapa contoh tingkah laku  yang bersifat negative, diataranya dalam kelompok organisasi biasanya memiliki anggota yang cukup banyak dan yang paling dominan anggotanya terdiri dari para remaja. Hal ini sebenarnya tidak akan menjadi hal yang negative jika pemimpin orgnisasi tersebut mengarahkan dan membimbing kearah yang benar. Contoh yang dapat diambil dari hal neagitve dari tingkah laku sosial organisasi, yaitu seringnya terjadi tawuran massal dari kelompok organisasi, tawuran tersebut biasanya terjadi dengan sesama organisasi ataupun dengan masyarakat biasa. Permasalahan yang timbul diantara kedua belah pihak biasanya sangatlah sepele, dan mestinya dapat dibicarakan dengan baik-baik sesame perwakilan organisasi masyarakat, bukannya permasalahan diselesaikan dengan tawuran massal yang dapat merugikan kedua belah pihak yang berseteru dan hal ini juga termasuk dalam katagori pelanggaran HAM.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar